Friday, August 13, 2010

Selalu ada Jalan Keluar


Artikel inspirasi, Artikel Motivasi, Artikel muslim,

Di suatu pagi, mentari tampak meredupkan cahayanya, tak seperti biasanya yang selalu tersenyum lebar dan menebarkan aroma cahaya kecerahan pada setiap insan di muka bumi.

Sementara di sebelah sanapun sang hujan mulai menggoda, mulai melambai-lambaikan godaan awan seolah mengejek sang mentari tuk mulai bersenda gurau, “pagi yang menyejukkan ..” guraunya.

Sang mentaripun tersenyum simpul mendengar ejekan sang hujan, dengan lirihpun berucap, “wangi aroma cahayaku tak sirna oleh lambaian godaan awanmu….”. Sang hujanpun balas mengejek, “bagaimana mungkin engkau tak kan terhalang, sedang aroma cahayamu tak sampai di muka bumi ?”.

Sang mentari dengan tegas menjawab, “wangi aroma cahayaku akan selalu terpancar oleh hati-hati hamba yang beriman, walau mendung awan menyelemuti bumi mereka”. Mendengar jawaban demikian sang hujanpun berujar, “sungguh engkau telah benar !”.

Itulah sepenggal kalimat yang barangkali menjadi sebuah bahan inspirasi, bahwa pada dasarnya sinar cahaya akan selalu benderang menghiasi ruangan – ruangan hati hamba yang beriman. Sang cahaya tak hilang walau diterjang berbagai awan yang melintang, karena sesungguhnya awan itu hanyalah sebuah “sarana penegasan” untuk bisa melihat sang cahaya kembali.

Begitulah, kita hidup di dunia ini, terkadang karena berbagai problema hidup seolah menenggelamkan sumber cahaya abadi yang ada dalam hati ini, padahal justru karena problema hidup itu, “nilai” kita semakin teruji. Bagaimana mungkin kita bisa dibedakan dengan makhluk Allah yang lain, bila kita tidak pernah diuji.

Justru karena ujian, kita “dipaksa” untuk selalu mengasah akal dan fikiran kita. Justru karena ujian, kita selalu dan selalu melihat tanda -tanda kekuasaan Allah. Karena sesungguhnya bagi seorang mu’min “segalanya merupakan kebaikan”.

Dalam sebuah haditspun Rasulullah pernah bersabda, ” Sungguh unik perkara orang mukmin itu ! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi pada orang mukmin.”

Terkadang, saat kita mengalami sebuah persoalan ekonomi misalnya, begitu berat gundah gulana melanda fikiran kita, perasaan kita bahkan hati kita terasa kacau balau. Namun sadarkah kita, bahwa seberat apapun masalah yang kita hadapi “pasti” sesuai ukuran yang Allah berikan kepada kita. Ini yang harus senantiasa menjadi sebuah “keyakinan mutlak” dalam diri kita.

Sikap kita terhadap sebuah permasalahan, ternyata lebih penting dibanding masalah itu sendiri. Kita sadar di dunia ini tidak ada satupun manusia yang tidak mempunyai masalah, karena memang karena itulah manusia terlahir ke muka bumi, untuk merampungkan masalah. Melalui sebuah masalah, sungguh-sungguh nilai kita diuji oleh Allah. Akankah karena suatu masalah membawa kita semakin dekat kepada Allah ? atau malah mungkin semakin jauh dari bimbingan Allah ?

Tatkala karena suatu masalah menimpa kita, lalu setahap demi setahap semakin bisa melihat “betapa besar kekuasaan Allah”, maka insya Allah balasan dari Allah lebih besar dari masalah itu sendiri. Namun jika kita semakin membawa diri kepada sebuah kemalasan, kejenuhan, hilangnya motivasi diri…. jangan-jangan kita terbawa kepada sebuah “tipu daya” dari nafsu kita sendiri, yang pada akhirnya membawa kepada sebuah kesengsaraan hakiki.

Sikap kita bisa “selamat”, tatkala pada titik puncak “keyakinan hakiki” mengatakan bahwa, “tiada daya dan upaya kecuali karena Allah semata”, bukan karena fikiran kita, bukan karena strategi kita, bukan karena kelihaian lobby kita, bukan karena skill kita…. dan bla.. bla …… Tatkala kita “merasa” bisa mengatasi permasalahan namun dalam hati kita, berkata ” karena kemampuan fikiran saya” dan melupakan “pemberi” fikiran kita sendiri… maka sesungguhnya lambat laun tanpa sadar… kita terbawa pada arus “kesombongan diri”..”Na’udzubillah !!!!.

Maka, seandainya saja, kita sudah bisa melihat “rahasia” sebuah masalah, maka sungguh “penglihatan akan keagungan kekuasaan Allah semakin terbuka”. Yang terbuka oleh mata hati ini….. karena hati ini telah bisa melihat, maka pancaran cahayanyapun akan menyinari sang fikiran untuk berfikir lebih jernih… lebih terarah…, juga kan menyinari setiap langkah dan lintasan fikiran kita…. hingga “jalan keluarpun” akan diturunkan oleh “Sang Pemberi Cahaya”.

Dalam do’a Ibnu Athaillah, disebutkan, “Inilah aku mendekat pada-Mu dengan perantara kefakiranku (kebutuhanku) kepada-Mu, Dan bagaimana aku akan dapat berperantara kepada-Mu, dengan sesuatu yang mustahil akan dapat sampai kepada-Mu (yakni tidak ada perantara kepada Allah dengan sesuatu selain Allah). Dan bagaimana aku akan menyampaikan kepada-Mu keadaanku, padahal tidak tersembunyi daripada-Mu. Dan bagaimana akan saya jelaskan pada-Mu halku, sedang kata-kata itu pula daripada-Mu dan kembali kepada-Mu. Atau bagaimana akan kecewa harapanku, padahal telah datang menghadap kepada-Mu. Atau bagaimana tidak akan menjadi baik keadaanku, sedang ia berasal daripada-Mu dan kembali pula kepada-Mu.”

Wallahu a’lam

www.kangtris.com

Rahasia Motivasi Orang Kaya Bijak


Artikel Motivasi, Artikel orang kaya, Artikel orang sukses, Artikel sukses,

Pada suatu saat, ada seorang konglomerat dan pengusaha kaya. Hebatnya, kekayaan itu menurut banyak pihak diperoleh benar-benar dari nol. Karena itu, apa yang dilakukannya mampu menginspirasi banyak orang.
money205
Suatu ketika, karena penasaran, ada seorang pemuda ingin belajar menimba pengalamandari sangpengusaha. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya sangpemuda berhasil menemui sipengusahasukses.

“Terimakasih Bapak mau menerima saya. Terus terang saya sangat ingin menimba pengalaman dari Bapak sehingga bisa sukses seperti Bapak,” ujar pemuda itu.
Mendengar permintaan itu, sang pengusaha tersenyum sejenak. Kemudian, ia pun meminta anak muda tadi menengadahkan tangannya. Si pemuda pun terheran-heran. Namun, lantas si pengusahapun menjelaskan maksudnya.

“Biar aku lihat garis tanganmu. Dan, simaklah baik-baik apa pendapatku tentangmu sebelum aku memberikan pelajaran seperti yang kamu minta,” jawabpengusaha tersebut. Setelah menengadahkan kedua tangannya, si pengusahapun berkata, “Lihatlah telapak tanganmu ini. Di sini ada beberapa garis utamayang menentukan nasib. Di sana ada garis kehidupan. Kemudian, di sini ada garis rezeki dan ada pula garis jodoh. Sekarang, menggenggamlah. Di mana semua garis tadi?”
“Di dalam telapak tangan yang saya genggam.” Jawab si pemuda yangpenasaran.

“Nah, apa artinya itu? Hal itu mengandung arti, bahwa apapun takdir dan keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri. Kamu lihat bukan? Bahwa semua garis tadi ada di tanganmu. Dan, begitulah rahasia suksesku selama ini. Aku berjuang dan berusaha dengan berbagai cara untuk menentukan nasibku sendiri,” terang si pengusaha. “Tetapi coba lihat pula genggamanmu. Bukankah masih ada garis yang tidak ikut tergenggam? Sisa garis itulah yangberada di luar kendalimu. Karena di sanalah letak kekuatan Sang Maha Penciptayang kita tidak akan mampu lakukan dan itulah bagianNya Tuhan.

Genggam dan lakukan bagianmu dengan kerja keras dan sungguh, dan bawalah kepada Tuhan bagian yang tidak mampu engkau lakukan!